Laporan Praktek Kimia: Menentukan Orde Reaksi

Laporan Praktek Kimia
Menentukan Orde Reaksi

Nama : Siti Fatimah
Kelas : XI A3
Kelompok : 8 (delapan)
Tanggal : 9 November 2011

I. Tujuan : menentukan orde reaksi Natrium Tiosulfat dan Asam Klorida

II. Alat dan Bahan
Gelas kimia 100 mL : 2 buah
Silinder ukur 25 mL : 2 buah
Stopwatch : 1 buah
Larutan HCl 3 M : 75 mL
Larutan natrium tiosulfat 0,15 M : 125 mL

III. Cara Kerja
Buatlah tanda silang (X) pada kertas putih
Masukkan 10 mL larutan HCl 2 M ke dalam gelas kimia dan letakkan gelas kimia di atas tanda silang
Tambahkan 20 mL larutan natrium tiosulfat 0,15 M dan catat waktu sejak penambahan sampai tanda silang (X) tidak terlihat lagi dari atas larutan
Ulangi percobaan dengan menggunakan larutan natrium tiosulfat yang diencerkan lebih dulu dengan air
Ulangi percobaan dengan menggunakan larutan HCl yang diencerkan lebih dulu dengan air

IV. Dasar Teori
Orde reaksi adalah banyaknya faktor konsentrasi zat reaktan yang mempengaruhi kecepatan reaksi. Orde reaksi pada reaksi keseluruhan disebut orde reaksi total. Besarnya orde reaksi total adalah jumlah semua orde reaksi pereaksi.
Penentuan orde reaksi tidak dapat diturunkan dari persamaan reaksi, tetapi hanya dapat ditentukan berdasarkan percobaan.
Suatu reaksi yang diturunkan secara eksperimen dinyatakan dengan rumus kecepatan reaksi:
v= k [A]^m [B]^n
dengan
v : laju reaksi keseluruhan
k : tetapan laju reaksi
m,n : orde reaksi pada pereaksi A dan B

V. Hasil Pengamatan

Tabel I
Volume HCl(mL) Volume Na2S2O3(mL) Air (mL) Jumlah volum (mL) Konsentrasi Na2S2O3 (M) Waktu (detik)

1/waktu
10 20 0 30 0,15 25,8 0,038
10 15 5 30 0,1125 30,4 0,032
10 10 10 30 0,075 49,5 0,020
10 5 15 30 0,0375 83,5 0,011

Tabel II
Volume Na2S2O3 0,15 M (mL) Volume HCl 3 M (mL) Air (mL) Jumlah volum Konsentrasi HCl (M) Waktu (detik)

1/waktu
20 10 0 30 3 18,8 0,0531
20 7,5 2,5 30 2,25 18,3 0,0546
20 5 5 30 1,5 18,9 0,0529

VI. Perhitungan

Tabel I
Konsentrasi
baris ke-1: (20×0,15)/20 = 0,15 M
baris ke-2: (15×0,15)/20 = 0,1125 M
baris ke-3: (10×0,15)/20 = 0,075 M
baris ke-4: (5×0,15)/20 = 0,0375 M

1/waktu
baris ke-1: 1/25,8 = 0,038
baris ke-2: 1/30,4 = 0,032
baris ke-3: 1/49,5 = 0,020
baris ke-4: 1/83,5 = 0,011

Tabel II
Konsentrasi Na2S2O3
baris ke-1: (10×3)/3 = 3 M
baris ke-2: (7,5×3)/3 = 2,25 M
baris ke-3: (5×3)/3 = 1,5 M

1/waktu
baris ke-1: 1/18,8 = 0,0531
baris ke-2: 1/18,3 = 0,0546
baris ke-3: 1/18,9 = 0,0529

VII. Kesimpulan
Konsentrasi Na2S2O3 berbanding lurus dengan laju reaksi (1/waktu) karena semakin kecil konsentrasi Na2S2O3 maka laju reaksinya semakin lambat, begitu pula sebaliknya.
Sehingga jika kita melipatgandakan konsentrasi Na2S2O3 maka laju reaksi akan berlipatganda pula.
Sebagai bukti:
Pada saat konsentrasi Na2S2O3 0,15 M, laju reaksinya 0,038.
Sehingga pada saat konsentrasi Na2S2O3 0,075 M (1/2 kali lipat dari konsentrasi semula) laju reaksinya menjadi 0,020 (1/2 kali lipat dari laju reaksi semula)
Dengan kata lain, konsentrasi Na2S2O3 berbanding terbalik dengan waktu yang dibutuhkan untuk reaksi.
Sebagai bukti:
Pada konsentrasi Na2S2O3 0,15 M waktu reaksinya 25,8 detik.
Sehingga pada saat konsentrasi Na2S2O3 0,075 M (1/2 kali lipat dari konsentrasi semula) waktu reaksinya menjadi 49,5 detik (2 kali lipat dari waktu semula)
Tingkat (orde) reaksi HCl bernilai nol, karena konsentrasi HCl tidak mempengaruhi laju reaksi. Hal ini dapat dibuktikan pada jawaban pertanyaan no. 1.b
Orde reaksi hanya dapat ditentukan berdasarkan percobaan.

VIII. Pertanyaan dan Jawaban
1. Berapakah tingkat reaksi ini terhadap:
a. Na2S2O3
b. HCl
c. Berapakah tingkat reaksi ini terhadap reaksi keseluruhan?
Jawab:

a. tingkat (orde) reaksi Na2S2O3
[0,15/0,75]^x =(1/25,8)/(1/49,5)
2^x=1/25,8×49,5/1
[2]^x=1,9
2^x=2^1
x=1
b. tingkat (orde) reaksi HCl
[3/1,5]^y=(1/18,8)/(1/18,9)
[2]^y=18,9/18,8
[2]^y=1
2^y=2^0
y=0

c. tingkat reaksi ini terhadap reaksi keseluruhan
orde reaksi total = orde Na2S2O3+orde HCl
= x + y
= 1 + 0
= 1

2. Bagaimana rumus laju reaksinya?
Jawab:
v=k[Na2S2O3]^x [HCl]^y
v=k[Na2S2O3]^1 [HCl]^0
v=k[Na2S2O3]^1×1
v=k[Na2S2O3]

3. Mengapa grafik laju reaksi digambarkan sebagai 1/waktu?
Jawab:
Karena laju reaksi berbanding terbalik dengan waktu yang diperlukan untuk bereaksi. Semakin besar (cepat) laju reaksi maka semakin sedikit waktu yang diperlukan untuk bereaksi, begitu pula sebaliknya.

IX. Daftar Pustaka
Purba, Michael.2006.Kimia untuk SMA Kelas XI.Jakarta: Erlangga.

9 thoughts on “Laporan Praktek Kimia: Menentukan Orde Reaksi

  1. Sorry, kalo ngetiknya nggak rapi. Aku cuma copy paste dari laporan praktek kimiaku yang ditulis di ms. word document dan nggak sempet ngedit lagi. Tapi semoga aja masih tetap bisa dipahami dan bermanfaat

    • Pd percobaan tsb, volume total larutan dibuat sama 30 mL dg tujuan untuk mengatur tingkat konsentrasi Na2S2O3 (pd tabel I) dan konsentrasi HCl (pd tabel II) supaya konsentrasinya tidak tetap (tidak sama)

      kurang lebih seperti itu🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s